Jumlah Gereja Turun, Jumlah Masjid Dari 7 Jadi 1700


mosque-and-church.gif

BERTAMBAHNYA warga muslim di Inggris agaknya sejalan dengan semakin banyaknya jumlah masjid di negara itu. Sebagai perbandingan, pada 1961 hanya ada tujuh masjid di Inggris. “Pada 1990 jumlah masjid menjadi sekitar 400,” kata Inayat Bunglawala, pengurus MCB (Muslim Council of Britain), seperti dikutip koran The Times. Sepuluh tahun kemudian, menurut situs Islam Salaam.co.uk, jumlah masjid di seluruh Inggris berlipat menjadi tak kurang dari 1.700. Pada saat bersamaan, jumlah gereja menurun. Para pakar mengatakan, ribuan gereja akan ditutup dalam sepuluh tahun ke depan. Penutupan tersebut disebabkan makin sedikitnya warga Kristen yang beribadah di gereja-gereja mereka.

Gereja-gereja yang ditutup itu biasanya dialihfungsikan menjadi gudang, toko, restoran, bahkan masjid. Tidak banyak memang gereja yang kemudian menjadi masjid. Sebab, gereja Anglikan di Inggris tidak membolehkan pemilik baru menjadikan bekas gereja sebagai masjid atau tempat ibadah agama lain. Sementara itu, di Inggris mayoritas gereja adalah Anglikan.

Persoalan alih fungsi gereja menjadi masjid menjadi isu nasional beberapa tahun lalu. Itu berawal dari keberatan beberapa warga di Clitheroe, Inggris Utara. Mereka keberatan salah satu gereja Methodist di kota kecil tersebut diubah menjadi masjid. Gereja itu memang tidak lagi digunakan dan dibeli beberapa warga muslim.

Yang menarik, salah seorang pendeta mendukung upaya warga muslim itu. Dia mengatakan, jika memang warga nonmuslim tidak ingin gereja berubah menjadi masjid, pergilah ke gereja setiap Minggu. Dengan kata lain, bila hidup, tentu gereja tersebut tidak dibeli pemeluk agama lain. Keberatan warga akhirnya kandas karena pemerintah kota mengizinkan bekas gereja itu diubah menjadi masjid.

Catatan The Times menunjukkan, satu generasi lalu jumlah gereja mencapai 55.000. Pada 2005, data Christian Research memperlihatkan jumlah gereja menurun menjadi 47.600. Selama 15 tahun yang akan datang, 4.000 gereja diperkirakan tutup atau beralih fungsi.

Data The Times itu juga menyebut, jumlah pemeluk Kristen Anglikan yang masih rajin beribadah ke gereja tinggal sekitar 916.000 orang. Sementara itu, warga muslim yang beribadah ke masjid mencapai 930.000 orang. Ini adalah kali pertama jumlah pengunjung masjid melebihi pengunjung gereja.

“Lanskap budaya baru di kota-kota Inggris telah berubah. Dominasi Kristen yang homogen lambat laun mundur,” kata Ceri Peach dari Universitas Oxford dalam jurnal Geographical Review.

Yang muncul sekarang adalah rumah ibadah agama-agama lain, termasuk Islam. Meski bentuk bangunan berbeda dengan masjid yang kita kenal, esensinya tetap sama.

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s