Rp 1,8 Triliun untuk Gedung DPR, Berlebihankah?


Rencana pembangunan gedung baru DPR terus dimatangkan. Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, menilai anggaran pembangunan gedung sejumlah Rp 1,8 triliun terlalu berlebih.

“UangRp 1,8 triliun itu terlalu besar,” katanya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 4 Mei 2010. Priyo pun meminta anggaran awal itu ditinjau ulang agar dapat dihemat.

Hal tersebut senada dengan pendapat Ketua DPR Marzuki Alie. Dalam konferensi persnya, 3 April kemarin, Marzuki menyatakan tidak sepakat dengan total anggaran pembangunan gedung sebesar Rp 1,8 triliun. Ia menjelaskan jumlah tersebut merupakan perencanaan lama yang disusun oleh DPR periode sebelumnya.

Oleh karena itu, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR akan merinci dana itu kembali, sekaligus melakukan langkah penghematan seperti menggandeng konsultan dan pengembang lokal.

Terlepas dari besaran dana pembangunan yang belum diputuskan, Priyo mengaku mendukung sepenuhnya pembangunan gedung baru DPR. “Saya setuju bahwa Gedung DPR memang perlu direnovasi secara menyeluruh, karena ini menyangkut keselamatan nyawa manusia,” tegas Priyo.

Ia mengatakan, sejak gempa Tasikmalaya beberapa waktu lalu, para anggota dewan dan staf penghuni Gedung Nusantara I DPR sudah mulai mengeluh merasa tidak aman dan tidak nyaman.

Padahal, kata Priyo, Gedung Nusantara I merupakan kantor  untuk 560 anggota DPR (minus empat pimpinan dewan yang berkantor di Gedung Nusantara III) dan ratusan staf ahli serta tenaga kesekretariatan. Belum lagi, imbuhnya, sejumlah rapat komisi yang mengundang menteri-menteri dan para pejabat tinggi negara, dilaksanakan di gedung tersebut.

“Dari segi kapasitas hunian, gedung itu sekarang overload (kelebihan kapasitas),” ujar Priyo. Apalagi anggota dewan saat ini membengkak menjadi 560 orang, sehingga staf mereka pun bertambah. Retakan-retakan pun mulai terlihat di Gedung Nusantara I.

“Karenanya pimpinan fraksi dan pimpinan dewan periode lalu menyepakati bahwa ke depannya Gedung DPR harus direnovasi total karena membahayakan keselamatan penghuninya,” jelas Priyo.

Gedung baru DPR, tutur Priyo, mungkin nanti bisa dibangun di sebelah Gedung Nusantara I yang ada saat ini. Namun ia mengaku belum tahu seperti apa persisnya maket perencanaan gedung baru tersebut. “Yang penting aman dulu. Supaya anggota tidak was-was kalau mendadak ada gempa,” kata Priyo. Sementara soal teknis kerusakan gedung saat ini, menurutnya, adalah wilayah kerja Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Sekjen DPR, dan BURT.

sumber: http://politik.vivanews.com/news/read/148593-priyo__rp_1_8_t_untuk_gedung_dpr__berlebihan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s