Inilah Daftar Empat Kota Hilang di Eropa


SISA-sisa peradaban manusia di masa lalu selalu menjadi objek wisata yang menarik untuk disaksikan. Nah, bila Anda bepergian ke daratan Eropa, berikut ini sisa-sisa 4 kota hilang yang masih menarik untuk dikunjungi.

1. Kourion, Siprus
Kourion atau Kurium adalah sebuah kota di Siprus, yang bertahan dari zaman kuno sampai Abad Pertengahan awal. Kourion terletak di pantai Selatan pulau di sebelah Barat sungai Lycus.

Reruntuhan Kourion, dekat kota modern Episkopi, terletak di salah satu tempat paling subur di pulau ini. Yang juga menarik adalah pemandian publik, Nymphaeum, pekuburan, rumah air mancur, rumah gladiator dan rumah Achilles.

Situs yang paling spektakuler di Kourion adalah teater Yunani-Romawi yang sekarang digunakan untuk pertunjukan musik dan teater.

Berdasarkan sejarah, Kourion dikatakan telah didirikan oleh Argives. Di dekat kota itu juga ada tanjung dimana pelanggar asusila yang berani menyentuh mezbah Apollo akan dilemparkan ke laut. Kota ini telah melewati fase berbeda dalam periode Helenistik, Romawi, dan Kristen.

2. Old Sarum, Inggris
Old Sarum adalah sitsu penduduk pertama di Salisbury, Inggris. Situs ini berisi bukti bahwa kawasan ini telah dihuni sejak awal 3.000 SM. Old Sarum disebutkan dalam beberapa catatan paling awal di negara Inggris.

Situs ini berada di sebuah bukit, sekitar dua mil Utara Salisbury modern. Old Sarum awalnya benteng bukit strategis yang ditempatkan pada gabungan dari dua rute perdagangan dan Sungai Avon, Hampshire.

Benteng bukit ini secara luas berbentuk oval dengan panjang 400 meter dan lebar 360 meter yang terdiri dari tumpukan dan selokan dengan pintu masuk di sisi Timur.

3. Paestum, Italia
Paestum adalah nama sebuah kota klasik Graeco-Romawi di wilayah Campania, Italia. Terletak di bagian utara Cilento, dekat pantai sekitar 85 kilometer dari Napoli di Provinsi Salerno, kota klasik ini dimilik komune Capaccio.

Paestum terletak di dekat pantai Tirrhenia di jalan yang menghubungkan Agropoli menuju Battipaglia. Populasinya terutama terletak di sekitar reruntuhan kuno Graeco-Romawi sepert Santa Venere, Andreoli dan Torre di Paestum .

Kota ini juga memiliki stasiun kereta api di garis Calabria yaitu Napoli-Salerno-Reggio yang didirikan sekitar akhir abad ke-7 SM oleh kolonis dari kota Sybaris (Yunani) dimana awalnya dikenal sebagai Poseidonia.

4. Pompeii, Italia
Pompeii adalah sisa-sisa kota Romawi yang hancur dan sebagiannya terkubur. Kota hilang ini terletak di dekat Napoli modern di wilayah Campania, Italia.

Pompeii hancur dan sepenuhnya terkubur selama bencana letusan gunung berapi Vesuvius yang panjang pada 79 AD. Akibat letusan ini, Pompeii terkubur sedalam 4-6 meter oleh abu dan batu apung.

Setelah hilang selama hampir 1.600 tahun, tanpa sengaja kota ini ditemukan sekitar 1592. Sejak itu, penggalian yang dilakukan telah memberikan wawasan rinci yang luar biasa dalam kehidupan sebuah kota di puncak Kekaisaran Romawi.

Saat ini, situs warisan dunia UNESCO ini adalah salah satu tempat wisata paling populer di Italia, dengan sekitar 2,5 juta pengunjung setiap tahunnya

sumber: http://klepeut.blogspot.com/2010/08/inilah-daftar-empat-kota-hilang-di.html

One comment

  1. FBR, FPI jangan sampai kayak banci! FBR dan organisasi massa lainnya harus memantau terus dan jangan ada lagi calo-calo Batak di terminal Transumatra di Terminal Pulogadung. Kapolsek sengaja membiarkan. Waspada pula dengan legalisasi calo dengan pemberian seragam resmi.

    Salut dengan FBR, ganyang dan habisi, bunuh saja, calo-calo Batak Pulogadung dan pecat bekingnya kapolsek terminal Pulogadung ! Kabar bentrol bohong-bohongan dan tidak menelan korban calo Batak di bawah ini tidak cukup. Baca tulisan kedua. Kasihan ayahnya Aminah.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dua kelompok massa bentrok di depan terminal bus antar kota antar provinsi, Pulogadung, Senin (4/4/2011). Bentrok terjadi sekitar pukul 21.00 WIB.

    Kapolsek Pulogadung, Kompol Dani Hamdani menjelaskan massa FBR tidak terima ulah oknum calo Pulogadung yang telah menipu anggota FBR sekitar seminggu lalu.

    “Informasi sementara seperti itu, saat ini masih kita selidiki,” ujar Kompol Dani kepada tribunnews.com di Jakarta, Senin (4/4/2011).

    “Laki-laki gembong calo Batak Transsumatra Pulogadung itu gempal gemuk dan kepada penumpang selalu mengaku dia petugas keamanan tidak berseragam di sini dan satunya lagi laki-laki agak kurus dan cerewet kayak perempuan, ” ujar Kompol Dani Hamdani.

    Saat ini kedua massa masih berkumpul di lokasi kejadian. Situasi masih mencekam walau bentrok telah berakhir. (Ade)
    Terminal Pulogadung dikuasai calo Batak dan polisi di sana diam

    Calo-calo Batak Pulogadung berkolusi dengan Polisi

    RIAUPOS.COM, TEMBILAHAN (RP) – Hati-hati jika anda “pulang kampoang” naik bus dari terminal bus Pulogadung. Anda bisa diperas calo-calo di terminal tersebut.

    “Aku diplorot celanaku dan dipaksa membayar Rp 85.000 lebih mahal dari tiket resmi oleh calo-calo Batak itu,” ujar Sukardi, usia 59 tahun, Minggu (3/5/2011).

    Bapak tua itu menuturkan kepada RP di kampung halamannya di Tembilahan, kabupaten Indragiri Hilir, provinsi Riau, setelah pulang dari terminal Pulogadung dari mengunjungi putra pertamanya yang tinggal di Jakarta beberapa hari sebelumnya.

    “Saya tidak tahu kalau banyak [calo-calo] Batak disana [di terminal Pulogadung]. Katanya setelah SBY jadi presiden, calo-calo Batak tidak ada lagi. Buktinya masih banyak,” ujar Sukardi.

    Aminah, 15, anak perempuan Sukardi, mengisahkan cerita ayahnya. “Calo-calo Batak itu memaksa setiap penumpang membayar Rp 80.000 – Rp 100.000 lebih mahal dibandingkan harga resmi tiket ke Riau. Beda-beda. Ada yang dicatut Rp 50.000, ada yang sampai Rp 150.000. Ayahku mulanya memprotes, calo itu marah lalu … ,” ujar Aminah, sambil menangis tersedu, kasihan pada ayahnya yang dipermalukan di depan umum tanpa salah apa-apa.

    “Setelah kami masuk melalui pintu utara terminal, kami didorong-dorong, ditarik-ditarik Batak-batak itu ke loket. Kami tidak berani melawan, kecuali Ayah memprotes tapi dengan mulut. Calo-calo Batak itu banyak sekali. Mereka membuntuti terus kami dari belakang,” ujar Aisah, 18, kakak Aminah, dengan geram.

    Beberapa penumpang lainnya dari bus yang tiba di Riau itu mengaku mereka memang dipaksa membayar Rp 50.000 – Rp 150.000 lebih mahal dari harga tiket resminya saat di terminal Pulogadung, dan para penumpang mengiakan peristiwa penelanjangan Sukardi oleh para calo tersebut.

    “Betul, kasihan. Orang tua tadi itu memang ditelanjangi calo-calo Batak di Pulogadung. Banyak yang melihat kejadian itu. Dua polisi berseragam, di terminal itu juga melihat dan diam saja,” ujar Tasrip, 50, warga dari sebuah desa di kecamatan Tembilahan.

    “Polisi diam karena mendapat bagian. Setiap penumpang dicatut Rp 50.000 – Rp150.000, sebagian duit itu pasti untuk polisi,” ujar Tasrip, dan mengatakan dia dipaksa membayar Rp 90 .000 lebih mahal oleh calo-calo tersebut.

    “Ini mungkin karena Presiden SBY [Susilo Bambang Yudhoyono] tidak tegas, atau mungkin ada pihak-pihak lawannya yang ngrecoki untuk memberi kesan SBY tidak tegas. Harusnya dia [SBY] menindak tegas polisi-polisi korup itu dan memberantas calo-calo itu,” ujar Tasrip.

    Joni, 34, penumpang lainnya yang berjualan di Tanah Abang asal kota Riau bersama banyak penumpang lainnya, mengatakan mereka kapok dan tidak akan pulang melalui terminal Pulogadung kalau SBY tidak minindak tegas kepala polisi Pulogadung. “Calo-calo itu harus diberantas habis dan selamanya. Polisi-polisi yang membiarkan harus diberhentikan pula,” ujar Joni, kesal.

    “Aku diperlakukan kayak binatang, diplorot celanaku. Aku sangat malu dibuatnya. Kurang ajar mereka itu semua. Pemilu yang akan datang aku tidak pilih Partai Demokrat [partainya SBY]. Saya akan pilih PKS,” ujar Sukardi, pak tua yang malang itu. “Saya juga akan pilih partai yang lain,” ujar dua putrinya.

    “Saya sejak dulu golput dan akan terus golput, tak ada yang bener, tak ada yang mempedulikan orang-orang kecil seperti kami,” ujar Tasrip. “Saya tidak akan pilih Partai Demokrat, tidak akan pilih PDI-P, tidak akan pilih Gerindra, tidak akan pilih Hanura, tidak semuanya,” ujar Joni, senada dengan Tasrip.

    Ketika ditanya partai apakah yang diharapkan bisa mengatasi masalah. “Ada. Nasdem (Nasional Demokrat) kalau organisasi massa itu menjadi partai. Jadi kitaakan pilih Partai Nasional Demokrat,” kata Tasrip.

    “Kalau aku sudah tak percaya lagi sama partai. Lebih baik mereka membuktikan mampu membersihkan calo-calo itu selamanya baru aku percaya. Surya Paloh [pemimpin Nasdem] pasti juga akan berkoalisi dengan SBY jadi percuma. Lebih baik golput terus,” ujar Joni.

    Menurut mereka, ada dua pintu di terminal bus Pulogadung. Pertama, pintu selatan menuju terminal bagian selatan untuk tujuan Jawa Timur dan Madura, dikuasai oleh calo-calo suku Jawa, yang menurut mereka, berperilaku cukup baik, tidak pernah memaksa dan hanya mengarahkan ke loket dan tidak minta uang serupiah pun. Kedua, pintu utara menuju terminal bagian utara untuk tujuan Sumatra, dikuasai calo-calo Batak.
    “Jika penumpang tidak sadar lalu masuk dari pintu utara terminal Pulogadung itu, habislah dia, diperas calo-calo Batak itu,” ujar Tasrip.

    Jalil, 25, penumpang asal Tembilahan pula, yang bersosok tinggi dan kurus, menambahkan: “Calo-calo Batak itu sengaja dipelihara oleh polisi-polisi terminal Pulogadung. Mereka sudah lama disana. Selalu muncul dari sekitar pintu masuk dan pintu gerbang dan juga di dalam terminal itu. Mereka dibiarkan. Calo-calo Batak itu semakin kurang ajar dan semakin berani kepada penumpang, karena polisi terminal Pulogadung ngeper [tidak berani menertibkan calo-calo itu]. Hari ini tertib, seminggu lagi mereka sudah berada disana lagi,” ujar Jalil. (Denny).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s