22 comments

  1. Lewat Blog ini saya menyerukan…untuk para sahabat indonesia
    Suarakan suara anda untuk Indonesia…Tunjukan Nasionalis kita, senjata kita bukan pistol, bukan juga bambu runcing, bukan boom, senjata kita hanya keyboard….
    Maaf kommen nya ngga sesuai topik posting..
    Terima kasih…
    Milimeter Studio

    1. para politisi mesti sadar negara qt ini besar, mestinya anggaran pertahanan dan alusista qt diperbanyak. malu dong ma negara tetangga kalo liat perbandingan alusista qt. bila perlu indonesia mesti punya minimal 3 kapal induk buat menjaga wilayah kepulauan qt. BRAVO TNI JGN TAKUT GAYANG MALAYSIA SELURUH RAKYAT MENDUKUNGMU

  2. wah indonesia semua nya bagus tapi kekalahannya yaitu tank ngak papah deh yang penting yg lain nya lebih banyak indonesia,,,,,,,,,,, merdeka iiinnndddooonneesssiiiaaa,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  3. coba aja indonesia bikin nuklir penghancur negara sekalian aja malaysia tembak jadi ngak usah ngorbanin tentara pake aja nuklir langsung ancur tuh malysia,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, kalo malaysia ancur indonesia bilang mampusssssssssssssss ha ha ha ha ha ha ha

  4. mulai sekarang indonesia udah canggih jangan takut kan ada pak ha bibi dari jerman minta aja pesawwat tempur f16 di jerman pasti boleh kali yaaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,

    1. pake ilmu kayak si pitung anti pelor…
      hehehe .,., pasti asik kali ye.,..??
      indonesia kan terkenal dengan ilmu debus nye… heheheh…
      atau ilmu santet,,, dan virus mematikan asal SUMATERA – Biriang (TINGGAM)
      hehhehe.. asssssssssiikk..

  5. Ga bener nih, Malaysia punya 2 kapal selam buatan perancis namanya scorpane. Boleh jadi perbandingan angka tsb ga bener. Cek lagi

  6. Jika pun memang terjadi perang Indonesia VS Malaysia, medan darat adalah menjadi medan pertempuran utama, dan pada hitung-hitungan kekuatan di darat, Indonesia memliki keunggulan tersendiri, terutama dari kekuatan TNI AD-nya dan pasukan khusus bernama Kopasus yang sudah terkenal dan disegani oleh negara lain. Bahkan, sumlah negara di ASEAN berguru ke Indonesia dalam pelatihan prajuritnya.
    Berdasarkan kajian dan pandangan saya pribadi, perang militer haruslah dihindari dalam arti tidak menjadi pilihan utama dalam menyelesaikan konflik yang terjadi sekarang. Karena tentunya akan menimbulkan effek yang lebih luas baik bagi Indonesia maupun Malaysia. Karena perang ini tidak hanya akan melibatkan kedua negara, tapi juga akan membawa negara lainnya. Terutama di pihak Malaysia, seperti pada perang Indonesia-Malaysia pada 1962-1966 (era Presiden Soekarno), Inggris dan Australia membantu Malaysia.
    Seperti halnya pada 1962-1966, kondisi yang sama terjadi sekarang, dimana Malaysia kembali memancing agar Indonesia kembali menyerang. Malaysia ingin agar Indonesia melanggar Resolusi PBB yang melarang adanya penyerangan militer, kecuali jika diserang lebih dahulu.
    Malaysia tampaknya memang segaja memancing agar Indonesia menyerang lebih dulu, dengan begitu mereka akan mendapatkan bantuan dari negara lainnya seperti Inggris, Australia dan negara sekutunya yang lain. Sebagai perbandingan, dulu Soekarno pun tidak langsung mengerahkan militer resmi, namun terlebih dahulu menggunakan pasukan tidak resmi. Sebagai catatan lainnya, Malaysia juga kini sering berkonflik dengan negara Asia Tenggara lainnya diantaranya Singapura, dan situasi ini yang sebenarnya bisa menjadi keunggulan Indonesia jika bisa melakukan pendekatan dengan Singapura.
    Walaupun tidak harus mengedepankan serangan miiter yang resikonya tinggi, namun sikap tegas dari Pemerintah Indonesia tetap sangat dibutuhkan untuk menghadapi pelecehan demi pelecehan yang dilakukan Malaysia, dan seperti yang pernah saya bahas sebelumnya pada artikel Indonesia ‘Must Attack’ Malaysia , Indonesia memang harus mengambill sikap yang tegas dan menunjukan kewibawaanya sebagai bangsa yang besar.
    Selain diplomasi yang bersifat offensif, langkah yang bisa dilakukan Indonesia adalah dengan menarik TKI yang ada di Malaysia yang berarti sedikit banyaknya akan ikut melumpuhkan sektor ekonomi Malaysia karena akan mengganggu produksi pabrik/industri di Malaysia. Selain itu, cara yang lebih ekstrem adalah dengan memutuskan hubungan diplomatik termasuk perdagangan, kerjasama pendidikan, penerbangan, dsb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s